UMP 2021 Kemungkinan Turun, Buruh Bandingkan Krismon 1998

UMP 2021 Kemungkinan Turun, Buruh Bandingkan Krismon 1998

JAKARTA – Mahkamah Pengupahan Nasional mengusulkan beberapa poin terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun depan. Dalam usulan tersebut, ada kemungkinan bahwa UMP tidak akan mengalami kenaikan di tahun depan atau bahkan mendarat jika mengacu pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Menanggapi hal tersebut, Konfederasi Konsorsium Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, tidak ada alasan risiko minimum turun meskipun pertumbuhan ekonomi dan inflasi rendah. Karena di dalam tahun 1998 dan 1999 pula upah minimum tetap naik walaupun saat itu ekonomi sedang tidak bagus.

  Baca pula: Pengumuman! UMP 2021 Bisa Turun

Sebagai gambaran, ketika itu di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 hingga 1999 tetap terangkat 16%. Padahal pertumbuhan ekonomi 1998 -17, 49%.

Begitu juga dengan upah kecil pada 1999-2000 yang tetap terbang sekitar 23, 8%. Padahal kala itu, pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0, 29%.

  Baca juga: Informasi untuk Buruh, UMP 2021 Tak Naik

“Jadi tidak ada alasan risiko minimum tahun 2020 ke 2021 tidak ada kenaikan karena kemajuan ekonomi sedang minus. Saat Indonesia mengalami krisis 1998, di mana pertumbuhan ekonomi minus di kisaran 17% tapi upah minimum dalam DKI Jakarta kala itu lestari naik bahkan mencapai 16%, ” ujarnya saat dihubungi Okezone , Senin (19/10/2020).

Menurut Said Iqbal, upah minimal yang ideal adalah naik 8% pada tahun aliran. Hal ini sesuai dengan kenaikan rata-rata upah dalam tiga tarikh.