Stimulus Airport Tax Bikin Harga Tiket Murah hingga Akhir Tahun, Melihat 4 Faktanya

Stimulus Airport Tax Bikin Harga Tiket Murah hingga Akhir Tahun, Melihat 4 Faktanya

JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Perhubungan Udara Departemen Perhubungan memberikan insentif untuk airport tax atau biasa dikenal dengan Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Motor Udara (PJP2U). Selain airport tax, pemerintah juga membebaskan layanan sarana kalibrasi.

Pemberian insentif tersebut berlaku pada periode 23 Oktober hingga 31 Desember 2020. Total insentif tersebut mencapai Rp215 miliar terdiri atas insentif PJPU senilai Rp175 miliar dan dorongan biaya fasilitas kalibrasi Rp40 miliar. Insentif ini berlaku pada 13 bandara yang ada di Nusantara.

Lalu apakah pemberian subsidi tersebut akan memicu penyebaran pandemi covid-19 di sektor penerbangan? Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa bukti, Minggu (1/11/2020).

1. Operator Dipastikan Telah Menerapkan Protokol Kesehatan COvid-19 Secara Selektif

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi, operator sektor penerbangan telah menerapkan protokol pencegahan transmisi covid-19 secara ketat. Maka tersebut, lanjut dia meski terjadi kemajuan penumpang usai pemberian subsidi tersebut, penularan virus corona tidak akan meningkat.

“Kami jika di pesawat sudah ada adat kesehatan, pembatasan 70% dari kapasitas. Dan tidak hanya dalam motor, antrean juga sudah diatur. Maka insyaallah itu tidak akan ada orang yang terpapar di motor, ” ujar dia dalam telekonfrensi, Jumat (23/10/2020).

2. Pemberian Subsidi Bisa Pulihkan Usaha Penerbangan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pemberian subsidi tersebut diharapkan mampu membantu pemulihan sektor penerbangan.

“Pasalnya, jumlah penumpang terus turun sejumlah 10, 2% pada September 2020 usai penerapan PSBB di DKI Jakarta, ” ungkap dia.