SMS dari BPJS Ketenagakerjaan Soal BLT Pekerja Bukan Hoax

SMS dari BPJS Ketenagakerjaan Soal BLT Pekerja Bukan Hoax

JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan perintah singkat kepada calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), namun sudah tak lagi bekerja dan telah mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT). Hal itu sebagai bentuk testimoni lantaran yang bersangkutan tercatat didaftarkan oleh perusahaan tempat bekerjanya dahulu sebagai peserta aktif hingga 30 Juni 2020.

“Untuk itu BPJAMSOSTEK berusaha menghubungi para peserta tersebut secara personal biar dapat melakukan konfirmasi terkait bagian rekeningnya, untuk dapat menjadi bahan penerima, ” kata Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja saat dihubungi, Minggu (6/9/2020).

Baca Juga:   BLT Subsidi Gaji Tahap II Sudah Ditransfer, Silakan Cek Rekening 

Dia meminta peserta dengan telah dihubungi dengan SMS untuk segera melakukan konfirmasi Nomor Pokok Kependudukan (NIK) dan nomor bon melalui link khusus yang kami sertakan dalam SMS tersebut.

“Link yang diberikan berkelakuan khusus/personal yang hanya dapat diisi oleh yang bersangkutan saja, tidak bisa oleh peserta lain, ” ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila terjadi kendala dalam pengisian data pada link khusus itu peserta dapat menghubungi HRD perusahaan sebelumnya.

 

Sebagai informasi, pemerintah memberikan bantuan Rp2, 4 juta kepada para praktisi dengan gaji di bawah Rp5 juta. Bantuan tersebut akan dicairkan setiap dua bulan sekali dalam jangka waktu 4 bulan.

Artinya, bantuan akan diberikan sebanyak dua kali saja kepada para pekerja dengan gaji pas-pasan tersebut. Nantinya, pemerintah akan menyerahkan bantuan Rp1, 2 juta buat setiap dua bulan. Program ini menelan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional hingga Rp37, 8 triliun dengan dengan target 15, 7 juta pekerja yang terdampak Covid-19.

(kmj)