RI-Amerika Teken Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10, 5 Triliun

RI-Amerika Teken Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10, 5 Triliun

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah mengesahkan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai USD750 juta atau setara dengan Rp10, 5 triliun.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Utusan Besar (Dubes) Indonesia untuk GANDAR, Muhammad Lutfi mewakili Pemerintah Nusantara, dan Presiden EXIM Bank AS, Kimberly Reed, yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

  Baca juga: Bertemu Donald Trump, Menko Luhut: Apapun Buatan Pilpres Pertemanan Tetap Dijaga

MoU tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi khususnya pada bidang pendanaan pembangunan investasi & perdagangan dengan nilai mencapai USD750 juta.

Angka ini merupakan peningkatan dari nilai kesepakatan sebelumnya sebesar USD 500 juta pada tahun 2017 – 2018.

  Baca juga: Beda Kebijakan Joe Biden dan Trump di Bidang Ekonomi

Dalam sambutannya, Dubes Lutfi menjelaskan bahwa hubungan bilateral RI-AS berdasar atas kesamaan nilai dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara, memajukan demokrasi dan stabilitas negeri.

“MoU ini akan semakin perkuat kemitraan ekonomi RI-AS dalam upaya memperluas dunia kerja sama investasi serta logistik barang dan jasa, ” perkataan dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/11/2020).

Tatkala itu, Menko Luhut yang menyaksikan penandatanganan MoU tersebut menyampaikan menemui optimisnya terhadap peningkatan hubungan bilateral RI-AS, dengan berbagai capaian yang telah berhasil diraih dalam kurun waktu terakhir, antara lain perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences – GSP AS (suatu rencana pembebasan tarif masuk bagi 3. 500 produk ekspor ke AS) untuk Indonesia, dan komitmen partisipasi AS dalam pembangunan infrastruktur dalam Indonesia.