Rekomendasi Bank Dunia untuk Ketahanan Bertabur RI

Rekomendasi Bank Dunia untuk Ketahanan Bertabur RI

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JAKARTA – Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia, Ralph Van Doom menyebutkan bahwa ada tiga hal yang direkomendasikan Bank Dunia untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan. Serta memodernisasi sistem pertanian pangan di Indonesia.

“Pertama, pendekatan ketahanan bertabur perlu diperluas untuk menjawab hajat Indonesia dan mewujudkan visi ketahanan pangan komprehensif yang tertuang di dalam Undang-Undang Pangan, ” terang Ralph dalam video virtual pada Kamis(17/12/2020).

  Baca juga: Kata Ketahanan Pangan, Erick Thohir Libatkan Petani

Kedua, tujuan kebijakan perlu disesuaikan, perangkat kebijakan disesuaikan dan ruang lingkup kebijakan didefinisikan ulang. Ketiga, pengeluaran publik perlu dialokasikan kembali untuk mendapatkan dampak yang lebih besar dan produktif.

Untuk menerapkan strategi ketahanan bertabur yang lebih luas ini, tujuan kebijakan perlu disesuaikan untuk meningkatkan beberapa hal.

  Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Anggaran Rp99 Triliun untuk Ketahanan Pangan

Produktivitas harus bergeser dari pokok eksklusif pada peningkatan hasil ke peningkatan produktivitas tanaman dan peliharaan. Untuk diversifikasi, perlu transisi daripada fokus pada tanaman pilihan ke arah budaya pertanian yang beragam yang menguntungkan semua petani.

“Sementara itu, buat daya saing, harus beralih dibanding melindungi pasar domestik dengan pemisahan impor menjadi mendukung peningkatan gaya saing pertanian, dan membuka rekan ekspor yang luas bagi pembuat dalam negeri. Terakhir, kualitas bayaran publik dalam sistem agrifood perlu ditingkatkan, ” tambah Ralph.

Bank Dunia mengusulkan agar subsidi pupuk dalam jumlah besar dikurangi secara bertahap. Sebaliknya, ini dapat diterapkan kembali untuk memperkuat layanan teknis dan susunan, yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mengelola risiko terpaut produksi, mengurangi jejak lingkungan pertanian, dan mempromosikan diversifikasi pertanian yang didorong oleh permintaan.