Perkuat Produksi Pangan dengan Korporatisasi UMKM, Apa Itu?

Perkuat Produksi Pangan dengan Korporatisasi UMKM, Apa Itu?

JAKARTA – Gajah Koperasi dan Usaha Kecil Membuang (UKM), Teten Masduki menyampaikan bahwa pemerintah akan mencanangkan korporatisasi Daya Mikro Kecil Menengah (UMKM). Peristiwa ini dilakukan untuk memperkuat buatan pangan di Indonesia.  

Teten mengatakan, di daerah produksi bagian pertanian dan perikanan hampir di atas 90% adalah UMKM dan belum memiliki corporate farming. Adapun di sektor itu terkendala di sisi produksi padahal memiiliki potensi untuk dikembangkan dengan saat ini terkendala masalah inefisiensi karena kepemilikan lahan yang sedikit, pembiayaan, kepastian pasar dan harga serta inovasi teknologi.

Baca Juga: Dongkrak Pemasaran UMKM, Ketum Dharma Pertiwi Luncurkan Ladara

“Di sektor produksi, kami diarahkan Pak Presiden untuk melakukan inovasi kelembagaan melalui kalender korporatisasi UMKM atau korporatisasi tani, nelayan, dan sebagainya yaitu dengan jalan apa usaha-usaha kecil dan perseorangan kudu dikonsolidasi dalam satu kelembagaan dengan dikelola bersama dalam hal ini kami dorong koperasi, ” ujar Teten dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 secara virtual, Kamis (22/10/2020).  

Teten menambahkan, dengan adanya kelembagaan ini maka para petani mungil yang memiliki lahan sempit bisa dikonsolidasikan dalam skala usaha perekonomian.

“Sarana bantuan pemerintah mulai dari pupuk, benih, alat-alat pertanian, pembiayaan, pelatihan bisa dikonsolidasi dalam model bisnis yang lebih produktif, ” kata dia.

Dia menyampaikan, dengan pola bisnis korporatisasi ini bisa memerosokkan sarana produksi mulai dari desa hingga pengolahan dan manajemen ahli.

“Produksi dan rekan harus terhubung secara pasti sehingga lembaga pembiayaan dan penjaminan pinjaman untuk sektor produksi akan bergairah, ” ucapnya.

(kmj)