Panduan Kurangi Kemiskinan pada Penduduk di Kawasan Perhutanan

cara-kurangi-kemiskinan-pada-masyarakat-di-kawasan-perhutanan-1

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

JAKARTA Perhutanan sosial bisa menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus mengentaskan kemiskinan dan menjaga kelestarian hutan.

Hanya saja masyarakat yang tinggal di kawasan hutan masih dihadapkan beragam persoalan, seperti ancaman deforestasi hingga kesenjangan ekonomi.

Baca Juga:   KLHK: 5, 79% Luas Hutan di Kalsel Dipakai untuk Tambang

Adapun hasil studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Redovisning dan Bisnis Universitas Philippines (LPEM UI) menyatakan yakni masyarakat yang tinggal di kawasan hutan merupakan kelompok dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia hingga mencapai 20% pada 2020.

Oleh karena tersebut, pada 2015, program perhutanan sosial dibuat. Program ini diharapkan dapat menjawab persoalan yang ada di kawasan hutan.

Baca Juga:   Inggris Siapkan Rp57 Triliun Dukung Pelestarian Alam Dunia, Termasuk Indonesia

Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan sekaligus melestarikannya mendirikan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Terdapat lima skema pada dalamnya, yaitu Hutan Adat, Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan (HKm), Kemitraan Kehutanan, lalu Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Program ini ternyata mampu memberikan peluang ekonomi baru seperti agroforestri dan ekowisata di sekitar kawasan hutan.

Tim Penggerak Percepatan Perhutanan Sosial Kementrtian KLHK Swary Utami Dewi mengatakan, sudah tercapai 4, 5 juta Ha luas Perhutanan Sosial per Maret lalu, dari target pemerintah 12, 7 Ha. Memiliki 50, 74 persen desa berada di sekitar kawasan hutan.

“Perhutanan Sosial sendiri dapat membantu mengentaskan satu per tiga kemiskinan di Indonesia, ” kata Swary, Jumat (23/4/2021).