Kegiatan Bung Hatta, Bapak Koperasi Nusantara

Kegiatan Bung Hatta, Bapak Koperasi Nusantara

JAKARTA – Mohammad Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Dirinya didaulat karena perannya yang cukup besar dalam mengetengahkan koperasi di Indonesia. Pada 17 Juli 1953 melalui Kongres Koperasi Indonesia di Bandung, Hatta formal menyandang sebagai Bapak Koperasi Nusantara.

Melansir dari Biografipedia, selain sibuk mengabdi kepada negara, Hatta juga aktif memberikan ceramah di berbagai lembaga pendidikan agung. Pria yang lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukit Agung ini juga kerap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah dalam bidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya.

Baca Juga: Memahami Sejarah Rumah Gadang, Perjalanan Nenek Moyang Urang Minang

Lalu pada 12 Juli 1951, Hatta membacakan pidato di radio khusus untuk menyambut Hari Koperasi Indonesia. Dengan besarnya peranan dirinya dalam dunia koperasi, pada 17 Juli 1953 pria lulusan Handels Hoge School Rotterdam itu diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia dalam Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikirannya mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membuat (1971).

Dua tarikh sebelum menyandang sebagai Bapak Koperasi Indonesia, yakni pada 12 Juni 1951, Hatta membacakan pidato di radio khusus untuk menyambut Hari Koperasi Indonesia.

Baca Juga: HUT RI ke-75, Sri Mulyani: Renungkan Apa dengan Kita Perbuat?

Lewat pidato tersebut, Hatta menerangkan pandangannya serta gagasan terhadap kemajuan koperasi di Indonesia. Melalui khotbah tersebut juga masyarakat luas mendapati betapa besarnya perhatian Hatta kepada perkoperasian Indonesia.

Melalui penelusuran dari berbagai sumber, Okezone berhasil menemukan beberapa penggalan pidato Hatta kala itu di radio. Berikut penggalan-penggalan pidato tersebut:

“Apabila kita membuka UUD 45 dan membaca serta menghayati isi pasal 38, maka nampaklah di sana akan tercantum besar macam kewajiban atas tujuan dengan satu. Tujuan ialah menyelenggarakan kemakmuran rakyat dengan jalan menyusun perekonomian sebagai usaha bersama berdasar berasaskan azas kekeluargaan. Perekonomian sebagai cara bersama dengan berdasarkan kekeluargaan merupakan koperasi, karena koperasilah yang membuktikan kerja sama antara mereka dengan berusaha sebagai suatu keluarga. Di sini tak ada pertentangan antara tuan dan buruh, antara pemimpin dan pekerja. Segala yang bekerja ialah anggota dari koperasinya, sama-sama bertanggung jawab atas keselamatan koperasinya tersebut. Sebagaimana orang sekeluarga bertanggung jawab atas keselamatan rumah tangganya, demikian pula para anggota koperasi sama-sama bertanggung jawab atas koperasi itu. Makmur koperasinya, makmurlah hidup itu bersama, rusak koperasinya, rusaklah tumbuh mereka bersama. ”

Loading…