Jokowi Tambah Subsidi Bunga KUR, Itu Rinciannya

Jokowi Tambah Subsidi Bunga KUR, Itu Rinciannya

JAKARTA – Kebijakan tambahan subsidi bunga Kredit Usaha Kaum (KUR) selama masa pandemi Covid-19 mengalami perubahan melalui Peraturan Gajah Perekonomian (Permenko) Nomor 16 Tahun 2020

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bagian Perekonomian Gede Edy Prasetya mengutarakan bahwa Permenko 16/2020 ini turut mengubah beberapa ketentuan yang sebelumnya dimuat dalam Permenko 6/2020 dan Permenko 8/2020.

“Perubahan subsidi bunga KUR dari yang sebelumnya 6% selama 3 bulan dan 3% selama 3 bulan, menjadi 6% sampai Desember 2020, ” membuka Gede dalam ‘Sosialisasi Virtual Permenko Nomor 15 dan Permenko Nomor 16 Tahun 2020 di Wilayah Jawa’ di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Baca Juga:   Skema Penyaluran KUR Diubah, Simak dan Ketahui Pedomannya pada Sini 

Selain itu, Permenko 16/2020 ini selalu mengubah penundaan penetapan target penyaluran KUR sektor produksi pada tahun 2020 yang sebelumnya ditetapkan sedikitnya sebesar 60%.

“Penundaan penetapan target tersebut asi pada tahun 2020 sampai secara tahun 2021 atau sesuai hasil evaluasi selanjutnya. Melalui penundaan itu, maka penyalur KUR dapat meneruskan ke seluruh sektor ekonomi minus pembatasan sektor perdagangan maksimal 40%, ” pungkas Gede.

Adapun tambahan subsidi kembang KUR pada masa pandemi Covid-19 ini diberikan kepada:

1. Penerima KUR lama maupun baru dengan kolektibilitas 1 atau 2 dan akad pengaruh sampai dengan 31 Desember 2020;

2. Penerima KUR lama maupun baru yang mengajukan restrukturisasi maupun non restrukturisasi;

3. Penerima KUR lama maupun baru yang mengajukan atau tidak mengajukan tambahan subsidi bunga KUR.

(dni)