Jalan Sri Mulyani Selamatkan Industri Seling dari Serbuan Impor India serta Vietnam

Jalan Sri Mulyani Selamatkan Industri Seling dari Serbuan Impor India serta Vietnam

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung industri dalam negeri, khususnya terhadap industri ubin keramik. Adapun, pihaknya telah melakukan perubahan terhadap Peraturan Menteri Keuangan Bagian 119/PMK. 010/2018 tentang pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Kepada Impor Produk Ubin Keramik.

Perubahan ini tercatat dalam Peraturan Menteri Keuangan Bagian 111/PMK. 010/2020 tentang Perubahan tempat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/ PMK. 010/2018 tentang Pengenaan Dana Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Memasukkan Produk Ubin Keramik.

Kepala Pranata Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu menyampaikan bahwa isi PMK Nomor 111/PMK. 010/2020 secara garis besar adalah mengeluarkan Negara India dan Vietnam dari daftar negara yang dikecualikan terhadap pengenaan BMTP ubin seling sesuai PMK 119/PMK. 010/2018.

“Sehingga dengan diberlakukannya PMK perubahan ini, maka India dan Vietnam dikenakan BMTP akan impor ubin keramik, ” sebutan Febrio di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga:   Menperin Sebut Ada 4 Hal Pemacu Daya Saing Pabrik Keramik, Apa Saja?

Kata dia, besaran serta jangka waktu pengenaan BMTP terhadap impor ubin seling tidak mengalami perubahan dari PMK sebelumnya, dimana BMTP pada tahun pertama dikenakan sebesar 23%, tahun kedua sebesar 21% dan tarikh ketiga sebesar 19% dengan kurun pengenaan hingga Oktober 2021.

Pengenaan BMTP keramik keramik dari India dan Vietnam didasarkan pada data melonjaknya memasukkan ubin keramik dari kedua negara tersebut setelah dikecualikan dari pengenaan BMTP sesuai PMK 119/PMK. 010/2018.

“Berdasarkan pertimbangan Kementerian Perdagangan pada Desember 2019, impor ubin keramik dari India dan Vietnam pada periode 2018-2019 melonjak masing-masing sebesar 22, 72% dan 6, 58%, ”katanya.