Jalan Pengalihan Peserta Tapera Sesuai Skema, Gaji PNS Langsung Dipotong?

Jalan Pengalihan Peserta Tapera Sesuai Skema, Gaji PNS Langsung Dipotong?

JAKARTA – Kejelasan pengembalian dana simpanan perumahan (Taperum) para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Aparat Sipil (PNS) bakal terealisasi. Penasihat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Order Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, tenggat saat ini progres operasional Institusi Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) masih berjalan sesuai rencana pemerintah.

“Dengan telah menggelindingnya kegiatan tim likuidasi sejak akhir Agustus kemarin. Maka mau lebih ada kepastian terhadap dua hal, yakni mengenai hak purna bakti dan kemudian mengenai pengembalian iuran dari ASN, ” ujarnya di dalam diskusi virtual yang digelar InfobankTalkNews Media bertajuk Persiapan BP Tapera Dalam Pengembalian Dana Taperum, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga: BP Tapera Beroperasi, Gaji PNS Tahun Depan Dipotong

Eko Djoeli menjelaskan, pemerintah sudah membentuk Tim Pelaksana Likuidasi Kekayaan Bapertarum-PNS melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 1318/KPTS/M/2020 pada 14 Agustus 2020 Tentang Pembentukan Tim Penutupan Aset Bapertarum-PNS.

Selain itu, pemerintah juga sudah membuat Tim Sekretariat dari Tim Pelaksana Likuidasi melalui Surat Keputusan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan selaku Ketua Tim Pengarah Tim Pelaksana Likuidasi Aset Bapertarum-PNS Nomor 198/KPTS/Dp/2020 tanggal 19 Agustus 2020 tentang Penetapan Tim Sekretariat dan Narasumber Pelaksanaan Likuidasi Aset Bapertarum-PNS.

Baca Pula: Gaji PNS Dipotong untuk Iuran Tapera, Mulai Kapan?

“Kami berharap tim penutupan ini selesai di akhir September (2020). Jadi kalau ada hal-hal yang menghambat pada saat operasional hal-hal yang teknis, maka ana yakinkan tidak akan lewat sebab bulan Oktober. Itu likuidiasi, ” tegas Eko Djoeli.

Sementara, Ketua Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI), Zudan Arif Fakrulloh menekankan agar pencairan simpanan Taperum ASN bisa segera direalisasikan. Dia mewakili para ASN menyesalkan proses pengembalian hak-hak para ASN dan pensiunan yang berjalan payah. “ASN kita yang pensiun tersebut ratusan ribu hak-haknya belum terbayarkan. Kami di KORPRI sedih melihat ini, ” ungkap Zudan.

BP Tapera mencatat tersedia sekitar 4, 1 juta pengikut Taperum-PNS. Proses likuidasi dana Taperum-PNS sendiri masih berlangsung dan diharapkan bisa tuntas pada tahun itu sehingga BP Tapera bisa mulai beroperasi pada awal tahun 2021. Berdasarkan PMk No. 122/pmk. 05/2020 tentang Kaidah Pengembalian dan Pemberian Dana Taperum-PNS, perhitungan, penetapan, dan pengalihan dana Taperum dilakukan sebab tim likuidasi.