Bangsa Rela Kurangi Makan meski Harga Rokok Mahal

Bangsa Rela Kurangi Makan meski Harga Rokok Mahal

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

JAKARTA – Pemerintah berencana untuk mengurangi jumlah perokok demi kesehatan klub. Salah satu caranya adalah secara menaikkan cukai rokok sebesar 12, 5% pada tahun depan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, meskipun bayaran cukai dan harga rokok naik, namun tidak semerta-merta mengurangi penggunaan rokok. Karena ada beberapa kaum masyarakat yang justru lebih rela mengurangi makan dibandingkan tidak merokok.

Baca Juga:   tujuh Fakta Cukai Naik 12, 5% yang Bikin Harga Rokok Langka, Waspada Nomor 4

“Yang harus dicatat umum bawah itu lebih baik menekan makan minum dari pada mengurangi rokok, ” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (11/12/2020).

Menurut Piter, Piter menjelaskan, dengan historis pemerintah selalu menaikkan tol rokok dengan tujuan untuk menaikan tarif cukai rokok adalah untuk mengurangi jumlah konsumsi rokok. Namun dalam realitanya, kenaikan cukai rokok justru tidam bisa mengurangi total perokok.

 

“Cukai rokok tersebut sebetulnya untuk mengurangi konsumsi cerutu. Tapi selama ini historisnya, tol itu tidak pernah bisa mengurangi konsumsi rokok. Artinya, kalau tempat tidak bisa mengurangi konsumsi kemajuan itu diterima oleh masyarakat, ” ucapnya.

Hal ini tentunya akan menaikkan beban kelompok. Karena jumlah rokok yang dimakan tetap namun harganya justru menemui peningkatan.