Ancaman Resesi, Benarkah Harus Pegang Kekayaan Tunai Banyak?

Ancaman Resesi, Benarkah Harus Pegang Kekayaan Tunai Banyak?

JAKARTA – Istilah cash is king dalam kondisi ketidakpastian ini sungguh ada benarnya. Apalagi saat tersebut ekonomi Indonesia tengah dihadapkan oleh ancaman resesi akibat pandemi virus corona.

Ancaman resesi muncul karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 minus 5, 3% secara tahunan (year on year/yoy). Apabila di kuartal III-2020 ekonomi minus lagi, maka Indonesia akan mengalami resesi.

Baca Selalu:   Indonesia Diambang Resesi, Siapkan Dana Darurat hingga Asuransi

Perencana Keuangan daripada Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada saat situasi krisis seperti saat ini sungguh uang cash menjadi hal dengan sangat hal yang penting. Tetapi bukan berarti semua kebutuhan bisa dipenuhi oleh uang cash.

“Sebenarnya menjaga likuiditas itu menjaga nilai kecukupan harta likuid tunai kita harta yang bisa dicairkan berupa uang, ” ujarnya saat dihubungi Okezone , Kamis (6/8/2020).

Menurut Mike, jika hanya mengandalkan uang cash yang dalam situasi ini berupa dana darurat tak akan cukup untuk mengcover seluruh kebutuhan. Mengingat kebutuhan di era pandemi ini sangat besar.

Baca Juga:   Ekonomi Lagi Sulit, Pikir-Pikir Zaman Sebelum Pinjaman Online

“Benar cash is king dalam kondisi seperti ini. Akan tetapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja hajat akan cash itu akan sangat besar, ” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Mike, agar seimbang maka harus tersedia beberapa dana lainnya yang menetapkan disiapkan. Misalnya adalah dana untuk dana darurat sebagai uang cash.

Lalu ada selalu dana untuk investasi, namun kudu yang sifatnya konservatif atau tenang. Lalu yang paling ketiga ialah masalah asuransi minimal untuk mengcover kebutuhan yang sifatnya untuk kesehatan.

Loading…