91, 3 Juta Penduduk Indonesia Belum Tersentuh Perbankan

91, 3 Juta Penduduk Indonesia Belum Tersentuh Perbankan

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga saat ini sebanyak 91, 3 juta masyarakat Indonesia masih belum sedih layanan finansial atau perbankan (unbankable) di tengah perkembangan digitalisasi perbankan.

Kepala Group Review serta Pengembangan Surveilans dan Pengawasan Bagian Surveilans Sistem Keuangan BI Yanti mengatakan.

Baca Juga: Tendang 1 Perusahaan, Kini Hanya 157 Fintech Terdaftar di OJK

“Kita juga masih punya sekitar 91, 3 juta masyarakat yang unbankable dan serupa 62, 9 juta UMKM dengan membutuhkan akses pada ekonomi & keuangan digital yang seharusnya sanggup kita garap melalui proses digitalisasi, ” kata Yanti dalam permufakatan virtual, Senin (14/9/2020).

Yani mengatakan, industri jasa keuangan dituntut untuk lebih aktif menjangkau masyarakat salah satunya melalui Application Programming Interface (API). Pengembangan ELEKTRIK dinilai tepat untuk mendukung konsep Open Banking dan Interlink Bank dengan fintech.

Baca Juga: OJK Akui Kemaluan Bantuan Fintech Lending untuk Penyaluran PEN

“Menjadi perhatian bagi kami sebagai regulator untuk menjaga keseimbangan tracking drive balance dalam rangka mendukung perubahan maupun tetap menjaga risiko dalam sistem keuangan itu sendiri, dengan landasan itulah maka BI telah meluncurkan BSPI 2025, ” katanya.

Oleh karena itulah, BI sebagai regulator juga terus mendukung proses digitalisasi melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025).

“Kita harus bertansformasi secaa utuh dimana digital itu bergeser sebagai kebutuhan dan keharusan bagi perbankan, ” jelasnya.

(fbn)