4 Cara Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung, Jangan Salah Pilih Kandang

4 Cara Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung, Jangan Salah Pilih Kandang

JAKARTA – Kebiasaan cara ternak ayam tradisional di perkampungan di umumnya adalah peternak membuat kandang sekedarnya, memberi pakan seadanya tenggat membiarkan ayam berkeliaran bebas. Padahal jika mau beternak dengan serius, bisa mendapat hasil menjanjikan.

Untuk bisa jadi, maka terdapat beberapa aspek dengan harus dikuasai oleh peternak, yaitu dari proses produksi hingga pemasaran.

“Siapa tahu ada yang suka beternak ayam kampung? Nah, bagi kalian yang mau memulai dan menjadi peternak ayam yang lulus, ada beberapa hal mendasar dengan harus diperhatikan, ” tulis bukti Instagram @kementerianpertanian, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

  Membaca juga: Semangat Korban PHK Oleh sebab itu Penjual Minuman Jahe Merah

1. Pemasokan bibit atau anak ayam

 

Untuk peternakan yang efektif, anak ayam bisa didapat dengan membeli DOC (Day Old Chicken) atau anak ayam yang baru menetas. Lalu, menggunakan jalan dengan menetaskan sendiri menggunakan instrumen penetas.

2. Pemilihan jenis kandang ayam

Hal selanjutnya yang perlu disiapkan adalah kandang. Jenis atau gaya kandang yang umumnya dipakai para peternak ayam kampung ada tiga macam yakni sistem ren, postal dan baterai.

  Baca juga: Era Corona, Santriwati Kantongi Jutaan Rupiah daripada Masker

3. Perawatan

 

Dalam perawatan ini, peternak kudu menyiapkan pakan ternak berkualitas tertib dan obat-obatan alami atau obat kimia.

Untuk menekan biaya produksi, perlu menyiapkan pakan ternak alami, seperti dedak dan sayuran seperti daun keliki atau daun lamtoro yang sudah lazim dipakai peternak karena kandungan nutrisi dan zat lain dengan berguna bagi kesehatan ayam.

  Baca pula: Langka, Profesi Reparasi Boneka Binasa Untungnya Jutaan Rupiah

4. Pemasaran

“Bagian akhir yang menunjang kesuksesan anda dalam beternak ayam kampung ialah pemasaran. Akan lebih efektif kalau anda menjualnya ke pelanggan tepat, misalnya dengan pengusaha rumah sajian dan sebagainya yang membutuhkan daging ayam dalam kegiatan usahanya.

Anda juga harus mulai mempelajari dan melakukan penjualan secara online dengan memanfaatkan media sosial, ” tutup keterangan Kementan.

(rzy)